Indonesia merupakan Negara dengan
populasi penduduk terbesar keempat di dunia. Pada tahun 2025 akan mengalami
bonus demografi dimana jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja mengalami
angka yang signifikan. Hal tersebut dapat menjadi ancaman atau peluang bagi
Bangsa Indonesia apabila tidak mempersiapkannya dari sekarang. Selanjutnya pada
tahun 2030, Indonesia akan diprediksi akan menjadi negara 5 besar dengan
kekuatan ekonomi di dunia. Dan pada tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia
merdeka, Negara kita akan mengalami kejayaan peradaban yang menjadi harapan
kita semua yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sudah
terwujud. Walaupun keadilan sosial yang dimaksudkan biasanya mengarah pada
kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi. Namun pertanyaanya apakah generasi millennial saat ini sudah siap untuk
menghadapi masa mendatang? Era dimana generasi millennial sekarang akan memegang kendali pada berbagai sektor baik
publik maupun privat.
Pembangunan
Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas untuk mempersiapkan intelektual dan
mental Bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, ada yang
lebih penting yaitu mempersiapkan ruang untuk menciptakan sumber ekonomi yang
mandiri. Pertumbuhan ekonomi yang selama ini digembor-gemborkan pemerintah
mengalami fase yang positif untuk membuka peluang investasi baru, faktanya di
lapangan jumlah lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pelamar yang
menginginkan posisi tersebut. Kompetisi yang ketat terkadang tidak bisa menyaring
semua pelamar karena keterbatasan lapangan pekerjaan. Sektor formal, baik industri
maupun profesional sangat selektif dalam melakukan rekruitmen karena pasti ada
kualifikasi yang harus match dengan
kebutuhan. Alhasil, ancamannya akan terjadi jumlah angka pengangguran yang
meningkat dan hal tersebut akan menjadi beban pemerintah karena pasti akan
terjadi efek domino apabila itu terjadi.
Di
era yang sedang mengalami ketidakpastian ini, angkatan kerja atau usia
produktif diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan
berwirausaha. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki kontribusi pada
penciptaan lapangan kerja baru dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di
Indonesia. Dengan keberanian untuk membuka usaha sendiri dapat memperkecil
kemungkinan untuk bergantung mendapatkan pekerjaan atau penghasilan dari
pemerintah dan perusahaan. Kemampuan melihat pasar, menciptakan inovasi produk,
dan kemampuan untuk mengelola usaha dengan baik selalu diajarkan oleh Pak
Ciputra, pemilik Ciputra Group. Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau
mengetahui jenis usaha yang dimiliki oleh Pak Ciputra, seperti pusat
perbelanjaan, hotel, perkantoran, tempat hiburan, dan lain sebagainya adalah
adalah sebagian dari bisnis yang dirintas dan dibesarkan oleh Pak Ciputra.
Selain pebisnis besar dan menjadi salah satu konglomerat terkaya di Indonesia
ini, sering menjadi mentor bisnis untuk membagikan ilmu dan pengalamannya
kepada semua orang terutama yang berminat terjun di dunia usaha. Di sini
penulis ingin menyampaikan prinsip-prinsip entrepreneur
yang dapat menjadi bekal untuk memulai bisnis atau mengembangkan usaha menjadi
lebih berhasil.
The
Ciputa’s Way adalah prinsip entrepreneur yang berjumlah 10, yaitu:
1. Mulailah dari apa yang ada pada diri
kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Cobalah sadari pengetahuan apa
yang kita miliki, atau keahlian apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang
bisa sesungguhnya bisa dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa
diajak untuk berbisnis. Mulailah dari langkah-langkah kecil, sambil merajut
visi misi dan mimpi besar berikutnya.
2. Carilah mitra bisnis yang melengkapi
keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko masing-masing pihak dan
memperbesar kemungkinan berhasilnya karena dapat mempermudah dan mempercepat
proses bisnis itu sendiri.
3. Mencari mitra bisnis seperti mencari
istri. Tak perlu tergesa-gesa. Namun, gunakanlah semua jalur yang mungkin untuk
memperoleh informasi yang seluas-luasnya. Jika masih ragu, bersabarlah. Jika
ada yang perlu, rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria mitra bisnis yang
dimaksud.
4. Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan
memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah menjaga komitmen
untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak agar reputasi terjaga dan
hubungan bisa langgeng.
5.
Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang
terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang belum matang.
6. Ketepatan mengatakan NO sama pentingnya dengan mengatakan YES. Jangan takut menunda untuk
menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu mendatangkan hasil
yang lebih baik untuk masa mendatang.
7. Adakalanya seorang entrepreneur untuk menggunakan
intuisinya dalam mengambl keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari
berdasarkan pengalaman. Semakin sering seorang entrepreneur dihadapkan pada
keharusan mengambil keputusan pada saat yang sulit, semakin tajam intuisinya.
8.
Seorang entrepreneur juga seorang
pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menciptakan dan meyakinkan sebanyak
mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa bernilainya bisnis baru yang ia
garap.
9. Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat
organisasinya. Dalam tahap apa pun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
10. Jangan
memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil yang
terbaik. Dan bila belum juga berhasil. Upayakan sampai berhasil.
Itulah
beberapa intisari yang dapat kita serap untuk menjadi bekal pengetahuan bagi
kita yang ingin berwirausaha. Jangan pernah takut untuk memulai bisnis, karena
sesuatu yang besar pasti dimulai dari hal yang terkecil. Mulai sekarang
mulailah berpikir dan ambil bagian untuk menghadapi tantangan masa depan yang
pasti kian sulit. Sulit ataupun mudah itu relative, tapi alangkah lebih baiknya
apabila kita sebagai generasi millennial dapat mempersiapkan diri untuk menjadi
pemain masa depan bukan hanya sekedar penonton; menjadi majikan di tanah
sendiri, bukan babu di tanah sendiri; menjadi Negara yang berdikari, bukan negara
yang berdiri di kaki negara lain; menjadi bangsa pemenang, bukan bangsa
pecundang. Bahwasanya kesuksesan itu adalah pertemuan antara kesempatan dan
persiapan. Apabila ada kesempatan, tapi kita tidak siap tentu tidak akan
berhasil. Dan apabila kita siap tetapi tidak ada kesempatan jelas cita-cita tidak
akan terwujud. So, siapkan diri dari sekarang untuk menjadi bagian dari seorang
yang berjiwa entrepreneur yang dapat diandalkan untuk masa kini dan masa depan!
Jakarta, 15
Mei 2018
-GYP-
No comments:
Post a Comment