Monday, May 14, 2018

Membangun Entrepreneur ala Pak Ciputra untuk Generasi Milenial


            

          Indonesia merupakan Negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia. Pada tahun 2025 akan mengalami bonus demografi dimana jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja mengalami angka yang signifikan. Hal tersebut dapat menjadi ancaman atau peluang bagi Bangsa Indonesia apabila tidak mempersiapkannya dari sekarang. Selanjutnya pada tahun 2030, Indonesia akan diprediksi akan menjadi negara 5 besar dengan kekuatan ekonomi di dunia. Dan pada tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka, Negara kita akan mengalami kejayaan peradaban yang menjadi harapan kita semua yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sudah terwujud. Walaupun keadilan sosial yang dimaksudkan biasanya mengarah pada kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi. Namun pertanyaanya apakah generasi millennial saat ini sudah siap untuk menghadapi masa mendatang? Era dimana generasi millennial sekarang akan memegang kendali pada berbagai sektor baik publik maupun privat.
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas untuk mempersiapkan intelektual dan mental Bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, ada yang lebih penting yaitu mempersiapkan ruang untuk menciptakan sumber ekonomi yang mandiri. Pertumbuhan ekonomi yang selama ini digembor-gemborkan pemerintah mengalami fase yang positif untuk membuka peluang investasi baru, faktanya di lapangan jumlah lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pelamar yang menginginkan posisi tersebut. Kompetisi yang ketat terkadang tidak bisa menyaring semua pelamar karena keterbatasan lapangan pekerjaan. Sektor formal, baik industri maupun profesional sangat selektif dalam melakukan rekruitmen karena pasti ada kualifikasi yang harus match dengan kebutuhan. Alhasil, ancamannya akan terjadi jumlah angka pengangguran yang meningkat dan hal tersebut akan menjadi beban pemerintah karena pasti akan terjadi efek domino apabila itu terjadi.
Di era yang sedang mengalami ketidakpastian ini, angkatan kerja atau usia produktif diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berwirausaha. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki kontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan keberanian untuk membuka usaha sendiri dapat memperkecil kemungkinan untuk bergantung mendapatkan pekerjaan atau penghasilan dari pemerintah dan perusahaan. Kemampuan melihat pasar, menciptakan inovasi produk, dan kemampuan untuk mengelola usaha dengan baik selalu diajarkan oleh Pak Ciputra, pemilik Ciputra Group. Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau mengetahui jenis usaha yang dimiliki oleh Pak Ciputra, seperti pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, tempat hiburan, dan lain sebagainya adalah adalah sebagian dari bisnis yang dirintas dan dibesarkan oleh Pak Ciputra. Selain pebisnis besar dan menjadi salah satu konglomerat terkaya di Indonesia ini, sering menjadi mentor bisnis untuk membagikan ilmu dan pengalamannya kepada semua orang terutama yang berminat terjun di dunia usaha. Di sini penulis ingin menyampaikan prinsip-prinsip entrepreneur yang dapat menjadi bekal untuk memulai bisnis atau mengembangkan usaha menjadi lebih berhasil.

The Ciputa’s Way adalah prinsip entrepreneur yang berjumlah 10, yaitu:
1.  Mulailah dari apa yang ada pada diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Cobalah sadari pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa sesungguhnya bisa dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak untuk berbisnis. Mulailah dari langkah-langkah kecil, sambil merajut visi misi dan mimpi besar berikutnya.
2.    Carilah mitra bisnis yang melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko masing-masing pihak dan memperbesar kemungkinan berhasilnya karena dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.
3.   Mencari mitra bisnis seperti mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa. Namun, gunakanlah semua jalur yang mungkin untuk memperoleh informasi yang seluas-luasnya. Jika masih ragu, bersabarlah. Jika ada yang perlu, rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria mitra bisnis yang dimaksud.
4.     Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak agar reputasi terjaga dan hubungan bisa langgeng.
5.      Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang belum matang.
6.  Ketepatan mengatakan NO sama pentingnya dengan mengatakan YES. Jangan takut menunda untuk menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu mendatangkan hasil yang lebih baik untuk masa mendatang.
7. Adakalanya seorang entrepreneur untuk menggunakan intuisinya dalam mengambl keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin sering seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan pada saat yang sulit, semakin tajam intuisinya.
8.      Seorang entrepreneur juga seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menciptakan dan meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa bernilainya bisnis baru yang ia garap.
9.    Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat organisasinya. Dalam tahap apa pun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
10.  Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil yang terbaik. Dan bila belum juga berhasil. Upayakan sampai berhasil.

 Itulah beberapa intisari yang dapat kita serap untuk menjadi bekal pengetahuan bagi kita yang ingin berwirausaha. Jangan pernah takut untuk memulai bisnis, karena sesuatu yang besar pasti dimulai dari hal yang terkecil. Mulai sekarang mulailah berpikir dan ambil bagian untuk menghadapi tantangan masa depan yang pasti kian sulit. Sulit ataupun mudah itu relative, tapi alangkah lebih baiknya apabila kita sebagai generasi millennial dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pemain masa depan bukan hanya sekedar penonton; menjadi majikan di tanah sendiri, bukan babu di tanah sendiri; menjadi Negara yang berdikari, bukan negara yang berdiri di kaki negara lain; menjadi bangsa pemenang, bukan bangsa pecundang. Bahwasanya kesuksesan itu adalah pertemuan antara kesempatan dan persiapan. Apabila ada kesempatan, tapi kita tidak siap tentu tidak akan berhasil. Dan apabila kita siap tetapi tidak ada kesempatan jelas cita-cita tidak akan terwujud. So, siapkan diri dari sekarang untuk menjadi bagian dari seorang yang berjiwa entrepreneur yang dapat diandalkan untuk masa kini dan masa depan!


Jakarta, 15 Mei 2018
-GYP-

No comments:

Post a Comment