Wednesday, October 31, 2018

Quotes Mahatma Gandhi

"Pikiranmu akan menjadi ucapanmu. Ucapanmu akan menjadi perilakumu. Perilakumu akan menjadi kebiasaanmu. Kebiasaanmu akan menjadi karaktermu. Karaktermu akan menjadi takdirmu."
"Ketika kerjamu tidak dihargai, saat itulah kamu sedang belajar tentang KETULUSAN. Ketika usahamu dinilai tidak penting, saat itulah kamu sedang belajar KEIKHLASAN. Ketika hatimu terluka sangat dalam, sebenarnya kamu sedang belajar MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa berat, saat itu kamu sedang belajar KESUNGGUHAN. Ketika kamu dirundung kesepian dan merasa berjuang sendiri, saat itu kamu sedang belajar KETANGGUHAN. Saat kamu harus membayar tebusan yang sebenarnya bukan tanggunganmu, saat itu kamu sedang mempraktikkan KEMURAHHATIAN." -Dahlan Iskan
Barangkali kita pernah merasakan beberapa pengalaman di atas, dimana kita harus mengalami realita yang harus kita perjuangkan. Tidak hanya dalam pekerjaan rutinitas tapi juga pekerjaan-pekerjaan lain yang juga menjadi tanggungjawab kita. Mengeluarkan seluruh energi, pikiran, waktu, materi dan lain sebagainya demi mewujudkan apa yang menjadi harapan sebelumnya. Tapi seringkali di tengah perjalananpun kita temui kerikil dan batu yang menghalangi jalan kita. Di saat-saat itulah ketangguhan kita diuji apakah kita bisa melewatinya atau mundur ke belakang balik ke tempat semula. Namun bukanlah seorang petarung sejati yang memilih kembali ke tempat semula daripada berusaha untuk melewati hambatan dan menuju apa yang sudah direncanakan. Ada beberapa plihan untuk bisa melewati hambatan tersebut, bisa mencari jalan alternatif lain atau memilih untuk menyelesaikan hambatan tersebut untuk bisa melewati jalan yang sama, yang jelas tujuannya tidaklah berubah.



Saturday, September 29, 2018

Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0

Sampai saat ini dunia terbagi 3 poros yaitu: negara dunia pertama, kedua, dan ketiga. Diprediksi 10-15 tahun ke depan Amerika Utara dan Eropa Barat akan mundur menjadi Negera Dunia Kedua, sedangkan negara-negara Asia Pasific termasuk Tiongkok, India, ASEAN, Afrika dan termasuk Indonesia akan maju menjadi Negara Dunia Pertama. Tapi jangan bangga dulu, Indonesia tetap akan menjadi objek pasar dunia dan pemilik mayoritasnya bukan rakyat Indonesia. Karena apa? Mereka mau melakukan lebih dari yang kita mau. Mereka mampu berinovasi daripada kita. Mereka tega untuk membuat kemajuan daripada kita. Dan mereka siap untuk berkompetisi. Faktanya demikian. Lalu apa yang harus kita perbuat? Mulai saat ini, temukan bakatmu, preferensimu untuk apa, lalu tekun dan konsisten, sampai kita menjadi ahli untuk siap menghadapi Indonesia menjadi Negara Dunia Pertama. Optimis!

Pencapaian Kita (Bukan) Prestasi Kita!

Setiap orang niscaya memiliki kisah hidupnya masing-masing. Secara tingkatan niscaya itu lebih tinggi dari pasti. Entah keberhasilan atau kegagalan itu soal cerita. Seringkali kita melihat orang yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah tapi hidupnya masih kekurangan, begitupun sebaliknya. Kalau boleh saya ambil contoh setiap kali saya blusukan bertemu berbagai orang seperti: sopir taksi, sopir angkot, tukang becak, pedagang asongan, dsb. Tiap hari mereka bekerja keras TANPA MENGEJAR KARIR APAPUN demi menafkahi keluarga, bahkan ada yg lebih dari 20 tahun mereka bekerja seperti itu terus menerus setiap hari. Sedikit perenungan bahwasanya tiap orang memiliki takdir dan nasibnya masing-masing. Takdir itu sifatnya default artinya sudah final tdk bisa dinegosiasikan lagi kpd Tuhan. Sedangkan nasib itu sifatnya customs artinya kita masih memiliki otoritas untuk merubahnya menjadi lebih baik, seperti yg kita inginkan. Intinya bagi saya adalah letak PRESTASI manusia itu bukan diukur dari PENCAPAIANNYA tapi justru dari PERJUANGANNYA tiap hari, siang malam untuk selalu berjuang. Hidup adalah perjuangan yang tak henti-henti. Apabila hidup tidak mau berjuang, maka sia-sia hidupnya di dunia. Do the best, be the best! -GYP-

Sunday, July 29, 2018

Quotes From Vala Afshar (2)

How to earn trust:

1. Do not lie (to yourself or others)
2. Do not cheat
3. Do not pretend
4. Do not manipulate
5. Do not hide the truth
6. Say what you mean
7. Deliver on promises
8. Give the trust
9. Explain your decisions
10. Share your intent
11. Do not defend dishonesty
12. Do not brag*

- Do not brag about how much you know, instead teach, coach, and mentor others.

- Don't brag about how busy you are. instead let your work speak for itself.

- Don't brag about who you know, instead connect like -  minded people.

- Don't brag about the past, instead celebrate the present.

Wednesday, July 4, 2018

QOUTOES FROM VALA AFSHAR (1)

You did not choose your:

1. Birth place
2. Skin color
3. Birth parents, family
4. Birth gender
5. Birth language
6. Birth name
7. Ethnicity
8. Born abilities

You can choose to be:

1. Kind
2. Generous
3. Honest
4. Grateful
5. Respectful
6. Optimistic
7. Humble
8. Teachable
9. Faithful
10. Happy

Wednesday, May 23, 2018

TEORI POLITIK DAN JENIS-JENIS TEORI POLITIK



A.   Teori Politik
              Adalah upaya untuk menjelaskan fenomena politik. Apabila tanpa peristiwa dapat      menggunakan dua cara yaitu:
1.      Tanpa metodologi ilmu akan melahirkan filsafat politik.
2.      Dengan metodologi ilmu akan melahirkan ilmu politik.

§  Hubungan Teori Politik dengan Filsafat Politik dan sebaliknya.
§  Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Politik dan sebaliknya.
§  Hubungan Filsafat Politik dengan Ilmu Politik dan sebaliknya.

B.   Jenis atau Macam Teori Politik
1.     Teori Politik Normatif/Filosofis/Klasik
§  Orientasi masa lalu yaitu kualitatif dan deduktif
§  Sempit, kaku, formal, yuridis, filosofis, historis
§  Serba atau sarat nilai, ide, norma-norma, kaidah-kaidah
§  Kelebihan :
a.      Mendalam
b.      Menyeluruh atau lengkap (komprehensif)
c.       Tuntas atau detil (meluas)
d.      Esensial atau hakiki atau kausa prima
e.      Dan seterusnya
§  Kekurangan :
a.      Tidak didukung dengan fakta, data, dan informasi.
b.      Jauh dari objektifitas
c.       Tidak diperkuat dengan alat bantu eksak
d.      Dan seterusnya
§  Contoh-contoh:
a.      Filsafat Negara (asal usul Negara, tujuan Negara, sifat Negara, unsur Negara, fungsi Negara)
b.      Kedaulatan Negara
c.       Ideologi Negara
d.      Trias Politika
e.      Good Governance
f.        Fungsionalisme Struktural
g.      Dan seterusnya

2.     Teori Politik Kausatif/Empiris/Modern
§  Berorientasi masa kini dan di sini
§  Berorientasi pada focus dan kasus serta lokus
§  Luas pada topik apapun sejauh yang dapat diuji oleh metodologi
§  Serba peristiwa, empiric, fakta, data, objektif
§  Menggunakan alat bantu eksakta
§  Menggunakan alat bantu pendekatan kuantitaif
§  Menggunakan metode induktif
§  Kelebihan:
a.      Fokus pada kasus politik tertentu (studi kasus)
b.      Variable penelitiannya pasti jelas
c.       Mudah diteliti dan diukur
d.      Mudah diuji dan teruji
e.      Mudah sebagai thesis (thesis adalah kebenaran yang sudah teruji lewat penelitian)
f.        Dan seterusnya
§  Kekurangan:
a.      Teori politiknya tidak mendalam, menyeluruh, tuntas, dan sebagainya
b.      Bisa jadi tidak tahan lama atau cepat (out of date)
c.       Dan seterusnya
§  Contoh-contoh:
a.      Teori Politik Demokrasi
b.      Teori Politik Pemilu atau Pilkada
c.       Teori Politik Partai Politik
d.      Teori Politik Good Governance
e.      Teori Politik Pelayanan Publik
f.        Teori Politik Otonomi
g.      Dan seterusnya

3.     Teori Politik Terapan/Kebijakan
§  Teori Politik yang dikombinasikan dengan teori lain yang diterapkan dalam pembangunan. (Applied Science/Ilmu Terapan)
§  Contoh-contoh :
a.      Teori Politik tentang Agraria
b.      Teori Politik Ekonomi Politik
c.       Teori Politik Otonomi Politik
d.      Teori Politik Komunikasi Politik
e.      Dan seterusnya

4.     Teori Politik Pengukuran
§  Teori Politikyang menggunakan alat ukur (eksakta) untuk menemukan kebenarannya.
§  Langkah-langkah : variable, kasus, indikator, instrument, pengujian/pembuktian, terukur
§  Contoh-contoh:
a.      Teori Politik Quick Count
b.      Polling Politic
c.       Political Perception
d.      Dan seterusnya

5.     Teori Politik Prediksi
§  Menduga atau memperkirakan
§  Langkah-langkah
a.      Bermula dari peristiwa politik
b.      Peristiwa itu terjadi berulang-ulang (Ruang, Waktu, Tempat)
c.       Ulangan itu terjadi berpola
d.      Pola itu teruji
e.      Teruji itu sebagai thesis
f.        Thesis : Umum (teori, metodologi) dan khusus (peristiwa yang akan terjadi)
g.      Dikur dengan alat bantu eksakta
§  Contoh-contoh :
a.      Teori Politik tentang ranah demokrasi
b.      Tingkah Laku Politik
c.       Teori Politik Permainan Politik
d.      Teori Politik Etika Politik
e.      Dan seterusnya
§  Kelebihan:
a.      Membekali politik di masa depan ditata
b.      Membekali politik teruji secara ilmiah
c.       Dan seterusnya
§  Kekurangan:
a.      Pengalaman sedikit, prediksi rendah
b.      Antipati pada alat bantu eksakta
c.       Dan seterusnya


Monday, May 21, 2018

Dasar antara Ilmu, Pengetahuan, dan Ilmu Pengetahuan



1.      Ilmu adalah pengetahuan yang dicari tahu (find out to the knowing) dengan metode ilmiah.
2.      Pengetahuan itu bermula dari peristiwa. Peristiwa adalah sesuatu yang terjadi di alam nyata yaitu alam yang diamati oelh pancaindera (observable).
3.      Peristiwa itu berupa empiri atau pengalaman. Pengalaman berasan dari pe-alam-an yaitu sesuatu yang terjadi di alam dan sesuatu yang dialami oleh manusia.
4.      Empiri itu dapat berupa fakta atau data dan/ informasi.
a.      Fakta adalah pengetahuan empiris yang kualitatif.
b.      Data adalah pengetahuan empiris yang kuantitatif.
c.       Informasi adalah fakta dan/ data yang sudah dapat dijadikan bahan untuk pengambilan keputusan.
5.      Fakta, data, dan informasi bersifat objektif.
Objektif artinya tidak subjektif dan tidak mengada-ada atau rekayasa (tidak bohong).
6.      Objektif itu disusun sesuai dengan sistematis.
Sistem artinya mempunyai unsur-unsur dan bersusun atau berstruktur atau beraturan.
7.      Sistematis itu dapat diuji dengan metodologi ilmu.
8.      Metodologi ilmu dapat diuji kembali atau verifikasi.
9.      Verifikasi itu bersifat universal, yaitu eksakta, sosial, dan humaniora.
10.  Universal itu relatif, yaitu dapat diperdebatkan (debatable).
11.  Relatif itu perlu, agar ilmu berkembang.

Kesimpulannya adalah apa yang kita anggap benar sekarang adalah kesalahan yang belum ditemukan. Tidak ada yang benar-benar benar kecuali kebenaran dari Tuhan. Maka carilah kebenaran dari manapun!!

Hukum Tata Negara



1.       Istilah Hukum Tata Negara:
-          Bahasa Inggris           : Constitutional Law
-          Bahasa Belanda        : Staatsrecht
-          Bahas Perancis          : Droit Constitutionnel
-          Bahasa Jerman          : vertassungsrecht
2.       Pendapat Ahli tentang Hukum Tata Negara
a.       Burkens : Objek kajian HTN adalah sistem pengambilan keputusan dalam Negara yang distrukturkan dalam hukum.
b.      Vacum Yuridis (kevakuman hukum)
3.       Definisi Hukum Tata Negara
a.       Van Vollenhoven
Hukum tata Negara membicarakan masyarakat hukum atasan dan hubungannya menurut hierarkis serta hak dan kewajibannya masing-masing.
b.      Schollten
Hukum tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi daripada Negara.
c.       Van Der Pot
Hukum atau peraturan-peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenangnya masing-masing; hubungannya satu dengan yang lainnya dan hubungannya dengan individu-individu.
d.      Logemann
Hukum tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi Negara. HTN mempelajari:
(1)    Susunan dari jabatan-jabatan
(2)    Penunjukkan mengenai jabatan-jabatan
(3)    Tugas dan kewajiban yang melekat pada jabatan itu.
(4)    Kekuasaan dan wewenang yang melekat pada jabatan itu.
(5)    Batas wewenang dan tugas dari jabatan terhadap daerah dan orang-orang yang dikuasainya.
(6)    Hubungan antar jabatan
(7)    Hubungan antara jabatan dan pejabat
4.       Sumber Hukum Tata Negara
a.       Sumber materil         : Pancasila
b.      Sumber Formal         : Peraturan perundang-undangan

Berdasarkan pasal 7 ayat 1 UU. No.10 Tahun 2004 adalah:
(1)    UUD 1945
(2)    UU/PERPU
(3)   PP
(4)    PERPRES
(5)    PERDA
Adapun yang lainnya:
·         Konvensi ketatanegaraan            : Kebiasaan
·         Traktat                                         : Perjanjian antar Negara
·         Doktrin                                        : Pendapat pakar hukum

5.       Asas-asas Hukum Tata Negara
a.       Asas Negara kesatuan
b.      Sistem pemerintahan Negara
c.       Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR
d.      Kedudukan DPR adalah kuat
e.      Asas Negara hukum
f.        Asas kedaulatan rakyat
g.       Asas Otonomi Daerah
h.      Asas checks and balances