Friday, December 6, 2013

Kembali ke Ngayogyakarto

Cerita mengenai Kota Ngayogyakarto Hadiningrat dimulai lagi. Ada sebuah kabar kembali dari Korps Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintah (Komap JPP) UGM untuk mengadakan acara tahunan yaitu Politic and governance days (Polgov days) 2013. Dan IP UNPAD pun mendapatkan undangan kembali untuk mengikuti acara tersebut seperti tahun kemarin. Dimulai dengan mengirimkan essai untuk kemudian diseleksi oleh panitia lalu menjadi peserta yang akan lolos dalam lomba debat. Untuk tahun ini diwakili oleh teman saya yaitu Kholid, Yusup, dan Rizal, bukan saya lagi. Dan tim pun dibentuk sebulan sebelum acara dimulai dengan komposisi tim yang berbeda awalnya. Kenapa bisa beda? Sebenernya awal pembentukan tim kami adalah ada rekan saya bernama Sintya, namun berhubung dia memiliki kesibukan yang lain, dan akhirnya diputuskan utk menggantinya dengan Yusup. Tau gak kapan menggantinya? H-1 sebelum keberangkatan. Jujur saya agak sangsi dengan hal itu. Mulanya....

Nah, persiapan pun dimulai dengan membagi siapa yang akan menjadi pembicara 1, 2, 3 dalam tim debat. Karena mereka harus membangun chemistry yang nyaman dan cocok untuk memudahkan dalam membagi tugas berdebat. Jadwal pun dibentuk, materi untuk mosi pun disusun. Targetnya adalah juara 1, karena tahun kemarin alhamdulillah juara 3. Jadi tahun ini harus lebih baik. Itulah prinsipnya! Nah saya sebagai apa? Saya sebagai pendamping mereka bersama Ketua HIMA IP kang Vino untuk memberikan dukungan langsung secara moriil kepada mereka. Inipun juga dadakan, soalnya saya dan kang vino yang harusnya ke Ternate untuk mengikuti Kongres Fokker Mappi se-Indonesia yang sedianya dilaksanakan seminggu sebelum Fokker Mappi batal dilaksanakan. Padahal saya pengen banget ke Ternate hehehe

Tapi gak masalah selalu ada hikmah dibalik kejadian. Allah selalu menggantinya dengan yang lebih baik. Toh dana yang untuk berangkat ke Ternate pun sebenernya belum ada hehehe. Lanjut. Perjalanan di Jogja pun dimulai, acara sedia kala dilaksanakan tanggal 20-24 November 2013 di UGM. Namun kami harus berangkat dari Bandung hari selasa malam tanggal 19. Yang berangkat pertama adalah Kholid, Yusup, Rizal, dan Inal. Inal disini juga bukan sebagai tim debat, tapi dia perwakilan dari 2013. Kalo saya dan kang vino berangkat pada Rabu malam. Kami menyusul lantaran masih ada acara di kampus dan yang terpenting tidak bisa saya tinggalkan adalah ulang tahunnya gebetan saya tanggal 20. Namun sayang, apa yang sudah saya persiapkan sebelumnya tidak sesuai dengan ekspektasi, karena doi balik kuliah sore dan saya pun harus mengejar kereta malam (kaya judul lagu) sore itu juga. Sedih. Gak bisa ketemu. Tapi gak papa hadiahnya sudah saya titipkan kepada teman untuk diberikan kepada doi. Ini salah satu bukti perjuangan cinta saya!

Lanjut, sialnya ketika berangkat menuju stasiun ada demo buruh di jalan menuntut kenaikan upah. SHIT MEN! Jalanpun menjadi macet luar biasa. Tapi akhirnya sampe stasiun tepat waktu. Oh ya, yang mesenin tiket tuh namanya Kevin, dia itu penggemar berat kereta api haha. Di kereta langsung tepar dan pagi jam 5 subhuh udah nyampe stasiun Jogja. Oh God, akhirnya saya kembali (lagi) ke Kota yang saya cintai ini. Sudah 10 bulan saya tinggalkan, terakhir waktu ada acara reuni bersama teman-teman SMA bulan januari. Ternyata Jogja ya masing seperti itu tak banyak berubah, namun selalu berkesan. Kami dijempu panitia di depan stasiun dan langsung menuju penginapan di asrama haji Yogyakarta. Dan tanpa memberikan kabar, langsung meyambangi teman-teman yang sudah ada disana. Kaget.

Hari itu langsung dimulai dengan debat tapi sebelumnya ada semacam gathering dengan delegasi dari kampus2 lain. Ini kesempatan mengenal teman-teman baru. Selalu menarik. Banyak latar belakang yang berbeda ada disana, begitu majemuknya Indonesia. Ada dari maluku, manado, jawa, sumatra dll. Drawing debatpun ditentukan panitia. Pertandingan per pertandinganpun dilaksanakan. Dengan keyakinan yang mantab dan tekad yang tak pernah padam diimbangi dengan penguasaan materi yang hebat. Menjadikan tim dr Unpad ini pelan-pelan lolos dan akhirnya masuk final melawan UI. Dan akhirnya justru menang. Alhamdulillah. Sesuatu yang tak disangka-sangka. Ini semua berkat pertolongan Allah yang begitu nyata. Targetpun akhirnya diraih. Selain Polgov days di UGM, malamnya saya dan kang vino juga menghadiri rapimnas fokker mappi di UMY sampe tengah malam.



Yang gak kalah penting dan gak boleh terlewatkan saya memberi kabar teman-teman saya di Jogja untuk bertemu, ini suatu kesempatan. Saya meminta dijemput dan diantarkan oleh teman saya, dan kemanapun saya berada selalu ada yang mau menjemput. Terimakasih teman. Inilah manfaat dari yang namanya silaturahim. Dan saya pun diundang dalam acara ulang tahun teman saya. Lumayan makan gratis hahaha. Rindu rasanya ada dalam susana canda dengan teman2 SMA dulu. Dan kita dipertemukan lagi dalam ruang dan waktu yang sama. Berbagi cerita, berbagi pengalaman dan intinya membangun kembali romanstisme masa-masa indah SMA. Namun kebanyakan mereka sudah pada punya gandengan, bahkan ada yg sudah dilamar! Kalo saya? Oh jangan ditanya!

Singkat cerita, udah masuk hari terakhir di Jogja. Selama ikut polgov days 2013 saya hanya menginap satu malam dan makan satu kali yang diberikan oleh panitia. Sisanaya saya berkelana diluar itu. Karena memang tujuannya mengenang kembali keasyikan di Jogja. Makanan yang murah, orang yang ramah, dll. Dan dari panitia di hari terakhir semua delegasi diharuskan untuk melakukan sosialisasi Pemilu di Nol kilometer Kota Jogja. Tidak mudah dan tidak semua peduli dengan yang namanya Pemilu 2014. Miris. Setelah itu ada field trip dari panitia ke Keraton, Masjid Gede Kauman, dan Malioboro. Saya ketemuan dengan cinta lama saya yang bernama Reicha untuk menemani berbelanja oleh2 di Malioboro. Lama gak ketemu, dia malah makin cantik. Hadeuh, tapi dia sudah ada yang punya. Lupakan! Meskipun jejakku tinggalkan di Jogja, namun senyummu tetap kan ku bawa pulang. Malamnya saya kembali bersama teman-teman saya, kali ini satu gerbong dan duduk berdekatan. Yang perlu diketahu, Saya dan Kang Vino belum membayar uang registrasi untuk panitia!! Selama ini berarti ilegal!!



by GYP

Yogyakarta by Kla Project


Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…
sumber www.rizkyonline.com
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…

(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


Monday, November 25, 2013

Merindu Kota Pelajar

Rasanya baru kemarin saya tinggal dan menikmati berbagai kegiatan di Jogjakarta, gak kerasa ternyata kurang lebih udah 1,5 tahun meninggalkan kota ini. Ada yang mengatakan baru sebentar atau udah lama, begitu relatifnya sang waktu memang. Huft. Sebenernya di Jogja saya bukan tinggal atau menetap, yaa saya cuma numpang mampir. Sesuatu hal yg awalnya keterpaksaan, tapi malah menjadi kesyukuran. Ada hikmahnya juga kenapa dulu gak ketrima SMA favorit di Semarang dan akhirnya dipaksa bapak untuk melanjutkan SMA nya di Jogja. Inilah cerita hidup dimulai....

Yak! Jogja memang kota pelajar yang menyuguhkan aktivitas para pelajar dengan beragam latar belakangnya utk sama-sama menuntut ilmu, saya rasa jauh berbeda suasana belajar dengan kota lain. Saya masuk dan ketrima di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Moehi), yang katanya SMA Muhammadiyah pertama dan tertua di Indonesia. Awalnya sama sekali saya tidak tahu, tidak menyangka, dan tidak berniat untuk masuk SMA yang berkarakteristik religius. Namun, lagi-lagi Allah dengan segala rencanaNya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Bisa jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Sebaliknya apa yang menurut Allah baik, belum tentu bagi kita baik. Tapi itulah, dengan segenap kuasaNya. Allah selalu memilihkan yang tepat untuk kita. Mungkin butuh beberapa waktu untuk menjawab dan membuktikannya, sampai pada akhirnya ternyata kita merasa tepat untuk kita.

Dengan setengah hati, awalnya! Saya menjalani proses sekolah yang begitu padat. Bayangkan hampir setiap hari selalu ada matrikulasi, tambahan belajar, dan ekskul sampai hampir maghrib. Syok! Karena yang terbayang yang namanya bangku SMA itu untuk bermain dan bersenang-senang. Ternyata tidak! Dan materi seputar agama yang cukup banyak.Rasa syukur pelan-pelan mulai tumbuh, ketika dulu saya belum merantau saya sangat minim belajar seputar akhlak, aqidah, ibadah, dan sebagainya. Dan berkat di sekolah ini, saya bener-bener merasa butuh untuk mempelajari bahkan memahaminya. Untuk apa kita hidup bila yang dipikirkan dan dikejar hanya dunianya saja, tapi bagi saya harus seimbang antara dunia dan akhirat. Karena sejatinya Allah menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepadaNya.

Ada sebuah kata pepatah Islam yang bunyinya "Bekerjalah sebaik-baiknya, seakan bakal hidup selamanya dan beribadahlah sebaik-baiknya, seakan kita akan mati esok hari:. Kurang lebih bunyinya seperti itu soalnya saya juga sedikit lupa hehehe. Ada juga kata Irfan AmaLee, salah seorang penulis buku mengatakan kalo Allah sudah di hati, inshaAllah dunia akan berada dibelakang kita mengejar kita. Jadi bukannya kita yang mengejar dunia, tapi dunialah yang akan mengejar kita. Intinya dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun kita, selalu utamakan ALLAH. Semoga nantinya Allah juga akan mengutamakan kita, seorang hamba yang tidak ada apa-apanya ini, menjadi apa-apa suatu saat nanti hehehe.

Lanjut lagi, di sekolah inipun saya kaget ternyata banyak yang berasal dari luar daerah. Antara pelajar asli Jogja dibanding pelajar dari luar Jogja di sekolah saya ternyata banyakan yang dari luar. Dengan beragam bahasa daerah, beragam warna kulit, beragam latar belakang, dan sebagainya. Tapi intinya mereka sama-sama memiliki tujuan untuk menuntut ilmu. Begitu beragamnya Indonesia, begitu luasnya Indonesia, ternyata! Ketika bisa mengenal dan memahami karakter teman-teman saya. Berbeda sekali ketika saya masih di kampung, gaulnya ya sama orang-orang jawa hahaha. Indahnya hidup dalam perbedaan, jika kita bisa saling memahami satu sama lain. Dan yang namanya perbedaan tidak bisa dipaksa untuk menjadi sama.

NEXT! Saya kurang begitu aktif dengan yang namanya organisasi karena dulu pernah ditolak ketika mengikuti seleksi pengurus IPM. Sedikit kecewa, karena pengurus terpilih karena nepotisme. Dan saya hanya beberapa kali saja ikut kepanitian di sekolah, sisanya saya lebih memilih diluar. Banyak menghabiskan waktu untuk kursus dan nongkrong atau kongkow dengan teman-teman sebaya. Ya, itulah cara saya mengisi waktu muda. Bercanda, bersenang-senang, hangout, dan sebagainya namun tidak lupa dengan tujuan sebenernya yaitu belajar ilmu dunia dan akhirat. Kapan lagi kita menemukan hal-hal indah kalo bukan di masa muda, namun esensi nya tetap menjadi orang yang bermanfaat dan berguna untuk siapapun.

Kalo raja dangdut kita Rhoma Irama, mengatakan :

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak peduli
Masa muda

Intinya yang namanya kota Jogja itu sangat berkesan bagi saya dan juga bapak saya karena pernah belajar di kota ini juga hahaha :) Dan akan selalu ingin kembali ke kota ini....

Sekian dulu tulisan dari saya hehehe



Monday, November 4, 2013

KU INGIN TAHU SIAPA

Cari :

 KU INGIN TAHU SIAPA

Oleh Kahlil Gibran

Dia yang memikat hati
Entah bagaimana caranya
Aku bisa tergoda

Ku curi-curi waktuku
Tuk mengusik hatinya
Banyak cara kucoba
Demi untuk mendapatkan hatinya

Mungkin kau tahu
Tuk mendapatkan nya
Tuhan tolonglah aku
Ingin kumenangkan hatinya tuk miliki

Jika mungkin kutahu apa yang bisa menaklukannya
Belah dadaku tuk butikan cintaku
Mungkin enggkau tahu aku cinta dia
Ingin ku menangkan hatinya tuk kumiliki

PERANAN UMKM DI INDONESIA



        EKSPEKTASI DAN OPTIMISME USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
DI TENGAH PERLAMBATAN EKONOMI GLOBAL

Abstract
Ketidakpastian global dewasa ini diprediksi akan menyebabkan kelesuan investasi dan perdagangan di Indonesia. Beberapa paket kebijakan yang ditawarkan pemerintah untuk jangka pendek dan menengah tidak menjamin pengaruh daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Upaya preventif dan spekulasi pasar terhadap perkembangan komponen-komponen pertumbuhan ekonomi diharapkan sesuai. Salah satu komponennya adalah penguatan usaha mikro kecil dan menengah yang mampu menopang kestabilan ekonomi di level bawah. Ekspektasi dan optimisme ini muncul seiring gairahnya daya beli masyarakat kelas kecil dan menengah.
LATAR BELAKANG
Pasca krisis ekonomi yang melanda dunia usaha pada tahun 2008, industri yang dinilai aman dan tidak terkena dampak paling dominan adalah usaha mikro dan kecil menengah (UMKM). Dibandingkan dengan perusahaan yang berskala besar atau makro justru malah mengalami stagnasi atau berhentinya aktivitas produksi. Hal ini disebabkan karena sektor mikro dan kecil menengah lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi krisis ekonomi. Di Indonesia kedepan UMKM akan menjadi peluang bisnis yang strategis karena pangsa pasarnya jelas. Dalam hal ini, banyak kebijakan pemerintah yang menguntungkan pelaku pasar khususnya sektor mikro. Daya beli masyarakatpun lebih konstan dan stabil dibandingkan sektor makro. Tingkat produksinya pun juga lebih variatif karena selalu beradaptasi dengan perubahan. Kedepan, seiring berkembangnya sektor mikro pemerintah harus lebih bersinergi dengan pelaku ekonomi. Karena dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat dapat mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan ekonomi yang lebih kompetitif.
Pemerintah juga perlu mengembangkan kemitraan ekonomi antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dalam upaya peningkatan hasil produksi dan sumber daya manusianya. Dari sudut ketenagakerjaan, usaha mikro, kecil dan menengah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, yaitu sebesar 99,45% dari tenaga kerja di Indonesia. Selama periode 2000-2003, usaha mikro dan kecil telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi 7,4 juta orang dan usaha menengah menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 1,2 juta orang. Pada sisi lain, usaha besar hanya mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 55.760 orang selama periode 2000-2003. Hal ini merupakan bukti bahwa UMKM merupakan katup pengaman, dinamisator, dan stabilisator perekonomian negara kita (depkop.go.id). Dari data diatas sudah dapat diketahui bahwa UMKM memiliki peran penting dalam laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa usaha mikro dan kecil menengah merupakan rintisan atau cikal bakal usaha makro. Jika dilihat dari sudut pandang jumlah unit produksinya tidak terlalu besar, namun apabila unit-unit mikro ini kian menjamur justru akan lebih besar pengaruhnya dalam dunia usaha. Pemberdayaan UMKM juga bisa dikatakan sebagai strategi untuk meningkatkan kapasitas usaha ditengah lesunya pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UMKM berencana untuk menghasilkan 20 juta usaha kecil menengah baru pada tahun 2020 atau sekitar 8,3 persen pelaku usaha. Hal ini sangat positif dan perlu mendapatkan banyak dukungan untuk mewujudkan target pemerintah tersebut karena pada tahun 2020, Indonesia akan emnjadi negara yang maju di kawasan regional. Salah satu pelaku usaha yang sudah lama berkontribusi membangun negeri adalah Aburizal Bakrie.
PEMBAHASAN
Memasuki kuartal ke-III pada tahun 2013 ini nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi khususnya di Indonesia mengalami perlambatan. Saat ini nilai tukar Dollar AS terhadap rupiah sudah mencapai 11.500, hal ini perlu menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah untuk selalu waspada terhadap beberapa spekulasi yang akan terjadi. Gejolak inflasi dan kenaikan harga kebutuhan merupakan hal yang paling primer untuk dicegah dan diatasi. Sebagaimana beberapa waktu lalu kita pernah mengatasi hal yang sama, namun bukan berarti kita terlena untuk dewasa ini. Karena tantangan kedepan khususnya pada dunia usaha lebih riskan apabila pasar tidak dikendalikan. Kebijakan konkret dari pemerintah untuk melindungi konsumen dari ancaman kenaikan harga kebutuhan dan perlindungan produsen dari ancaman menurunnya tingkat produksi selalu menjadi pertanyaan serius, apakah kelesuan ekonomi ini akan segera teratasi.
Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dapat menjadi pertanda bahwa krisis ekonomi akan terjadi dalam waktu dekat. Kekhawatiran ini akan merembet kepada para pengusaha atau investor baik dalam maupun luar negeri. Tak ayal memang persoalan ekonomi di Indonesia disebabkan karena faktor permintaan (demand). Hal tersebut menyebabkan defisit akun dan transaksi berjalan dalam neraca perdagangan mengalami defisit hingga 4.4 persen. Pada saat yang sama terjadi inflasi year on year di atas 8.8 persen. Gejolak ekonomi ini akan semakin besar ketika pelaku dunia usaha harus menunggu respon kebijakan pemerintah mengenai hal tersebut. Tentu dalam situasi ini perlu kehati-hatian yang mendalam, tidak ada kebijakan yang langsung dirasakan dampaknya secara positif dalam waktu yang singkat. Dan yang terpenting optimisme agar persoalan ekonomi ini cepat pulih.
Selain kebijakan yang ditawarkan pemerintah dalam jangka pendek untuk mengatasi lemahnya nilai tukar rupiah, harus ada juga kebijakan untuk jangka panjang khususnya penguatan kembali sektor mikro. Karena sektor mikro merupakan bagian yang sangat strategis apabila dapat dimanfaatkan menjadi peluang yang menjanjikan. Dukungan riil dari pemerintah untuk pendayagunaan pelaku dan produk usaha mikro baru harus didorong dan dioptimalkan secara utuh. UMKM memiliki peranan yang cukup penting dalam pembangunan nasional di sektor ekonomi, meskipun terkesan sederhana namun disisi lain dapat memperluas lapangan pekerjaan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS dan Kantor Menteri Negara untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Menegkop & UMKM), usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total penjualan (turn over) setahun yang kurang dari Rp 1 milyar), pada tahun 2000 meliputi 99,9 persen dari total usaha-usaha yang bergerak di Indonesia. Sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara Rp 1 Milyar dan Rp 50 Milyar) meliputi hanya 0,14 persen dari jumlah total usaha. Dengan demikian, potensi UMKM sebagai keseluruhan meliputi 99,9 persen dari jumlah total usaha yang bergerak di Indonesia.
Menjelang masyarakat ekonomi ASEAN 2015, sektor mikro ini harus siap dan mampu bersaing dengan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya. Perbaikan kualitas produk menjadi hal yang primer, bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun semua pihak harus saling menguatkan agar sektor mikro ini lebih kompetitif minimal untuk level regional Asia Tenggara. UMKM memiliki potensi yang besar untuk menjadi stabilitas perekonomian di Indonesia, peningkatan jumlah lapangan kerja, penambahan jumlah devisa, meningkatkan PDB, mengembangkan dunia usaha, dan berkontribusi dalam pajak. Dengan demikian potensi tersebut harus ditingkatkan, namun terdapat beberapa hal yang harus dicermati dalam melakukan pengembangan terhadap unit usaha UMKM, antara lain kondisi kerja, promosi usaha baru, akses informasi, akses pembiayaan, akses pasar, peningkatan kualitas produk dan SDM, ketersediaan layanan pengembangan usaha, pengembangan cluster, jaringan bisnis, dan kompetisi.
Beragam peluang dan ekspektasi yang ada pada UMKM, namun di lain sisi masih menghadapi beberapa permasalahan baik itu internal maupun eksternal. Untuk internal, pertama permasalahan permodalan dan terbatasnya akses pembiayaan. Permodalan merupakan komponen utama yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil menengah. Pada umumnya pelaku usaha sektor mikro ini adalah perorangan dan perusahaan tertutup. Masalah modal biasanya berasal dari dana pribadi ataupun kredit di bank proses pesyaratan administrasinya pun mengalami hambatan. Karena pemohon kredit bank harus menyertakan agunan sebagai jaminan. Pada persoalan modal inilah yang sedikit menghambat usaha untuk berkembang. Terkait persoalan ini, bank juga memiliki tawaran yang lain seperti modal untuk investasi namun belum semua pelaku usaha mikro memiliki akses untuk itu. Karena banyak yang harus diperhatikan seperti jangka waktu, pajak, peraturan, kebijakan, dll.
Kedua, mengenai persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM), hal ini tidak dapat dipungkiri menjadi bagian yang penting juga dalam pengembangan usaha mikro. Biasanya, di Indonesia usaha sektor ini masih berkembang secara tradisional atau bahkan usaha yang menjadi turun temurun keluarga. Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan ini dapat menjadi hambatan apabila tidak segera diatasi. Di dalam persaingan usaha, kualitas SDM sangat dibutuhkan untuk menunjang tuntutan permintaan produk yang berkualitas. Relatif apabila pengusaha mikro ini diberikan dengan akses perkembangan teknologi akan lebih meningkatkan daya saing produk mereka. Sebagai contoh, perluasan jaringan usaha dan penetrasi pasar, inovasi produk, mental para pengusaha, dan manajemen usaha mutlak untuk ditingkatkan sebagai bagian dari promosi usaha juga. Karena tanpa disadari, apabila kualitas SDM ini ditingkatkan akan menghasilkan produk wirausaha yang mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih menjanjikan.
Selain itu, ada permasalahan eksternal yang menghambat perkembangan UMKM ini. Ada beberapa point, diantaranya adalah iklim usaha belum sepenuhnya kondusif dan stabil, kurang memadainya sarana dan prasarana usaha, pungutan liar, implikasi otonomi daerah, implikasi perdagangan bebas, sifat produk dengan ketahanan pendek, terbatasnya akses pasar, dan terbatasnya akses informasi. Pemerintah sesungguhnya sudah banyak mengeluarkan kebijakan terkait untuk mendukung produktifitas kegiatan ekonomi sektor mikro. Program kredit bersubsidi maupun bantuan teknis menjadi langkah konkret untuk membantu para pelaku usaha khususnya yang akan membaka unit baru. Setelah deregulasi perbankan pada 1988, kredit UKM dengan bunga bersubsidi secara berangsur dihentikan, diganti dengan kredit bank komersial. Selain itu, donor internasional juga menyusun kredit program investasi bagi UKM dalam mata uang rupiah. Antara 1990 dan 2000, Bank Indonesia mendanai berbagai kredit program dengan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI), yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Pemilikan Rumah Sederhana/Sangat Sederhana (KPRS/SS), dan Kredit Usaha Kecil dan Mikro yang disalurkan melalui koperasi dan bank perkreditan rakyat. Selain itu, NPWP sebagai prasyarat pengajuan kredit di Perbankan juga telah dihapuskan, dimana hal ini memberikan peluang dan kesempatan yang lebih besar bagi kita untuk mengakses modal dari sisi perbankan.
Dengan adanya beberapa hambatan dan tantangan yang dihadapi mengenai UMKM tersebut, perlu adanya kerjasama semua pihak, baik pemerintah, swasta, akademi, LSM, dan masyarakat pada umumnya. Selain itu upaya yang harus ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut antara lain : penciptaan iklim usaha yang kondusif, bantuan permodalan, pelindungan usaha, pengembangan kemitraan, pelatihan, membentuk lembaga khusus, pemantaban aosiasi, mengembangkan promosi, mengembangkan kerjasama yang setara, dan mengembangkan sarana dan prasarana. Selain itu program-program pengembangan UKM yang diarahkan pada supply driven strategy sebaiknya mulai ditinggalkan, sebagai pengganti dari arah program ini yakni pengembangan program UKM yang berorientasi pasaryang didasarkan atas pertimbangan efisiensi dan kebutuhan riel UKM (market oriented, demand driven programs). Fokus dari program ini yakni pertumbuhan UKM yang efisien ditentukan oleh pertumbuhan produktivitas UKM yang berkelanjutan, dan pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan UKM yang berkelanjutan.
KESIMPULAN
                Peluang dan prospek bisnis UMKM dalam cakupan perdagangan bebas dan otonomi daerah kedepan cukup menjanjikan. Banyak upaya yang diperlukan oleh pemerintah dan swasta untuk mengembangkan bisnis UMKM lagi yang lebih kompetitif. UMKM memegang peranan penting dalam roda perekonomian di Indonesia, memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sumbangan pajak, produk yang unggul, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah sebagai pelaku kebijakan dan pengusaha sebagai pelaku ekonomi harus berjalan beriringan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi di Indonesia berkisar antara 6.0 – 6.6 %, diharapkan sektor mikro ini sebagai penyeimbang sektor makro, karena apabila sektor makro terkena dampak krisis justru sektor mikro dinilai lebih aman. Beragam program-program yang ditawarkan pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk memajukan sektor mikro perlu didukung oleh semua pihak.
                Kita sadar bahwa untuk mencapai kesuksesan di bidang ekonomi bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah namun pengusaha juga perlu untuk berkontribusi lebih banyak. Sebagai contoh perusahaan Bakrie Group turut ambil bagian dan kontribusinya yang cukup riil dalam pembangunan ekonomi di Indonesia baik mikro maupun makro. Dengan omset yang besar tentunya ikut memberikan devisa yang besar pula untuk anggaran negara. Di tengah ketidakpastian global terkait menurunnya nilai investasi dan lemahnya nilai tukar rupiah, UMKM dituntun untuk dapat terus bertahan dan menjadi solusi untuk memulihkan perekonomian. Ekspektasi dan optimisme dari semua pihak sangat dibutuhkan supaya sektor mikro melalui UMKM dapat terus maju dan berkembang di tengah perlambatan ekonomi global. Dan kedepan berharap Indonesia menjadi salah satu pelaku pasar yang dapat menguasai dunia dengan produk dan SDM yang berkualitas. Produk dan jasa kita dapat dinikmati oleh seluruh warga dunia dan yang terpenting angka kemiskinan di Indonesia dapat menurun dengan berkembangnya Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) ini.

Friday, September 6, 2013

sistem ekonomi


PERBEDAAN SISTEM PEREKONOMIAN LIBERAL & CAMPURAN

Perbedaan Sistem Perekonomian Liberal & Campuran

Sistem Ekonomi Liberal ( Pasar Bebas )

Sistem ekonomi liberal / pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi liberal / pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
6. Persaingan dilakukan secara bebas.
7. Peranan modal sangat vital.
Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.
3. Munculnya persaingan untuk maju.
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar.
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.
Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain :
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

Sedangkan Sistem Ekonomi Campuran 
Adalah merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
  • Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  • Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  • Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi campuran
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.
Sistem ekonomi campuran merupakan penggabungan anatara mekanisme pasar dengan campur tangan pemerintah. Sistem ekonomi campuran ini juga dibedakan ke dalam dua jenis sistem ekonomi, yaitu Market socialism  dimana peran pemerintah yang tampak lebih dominan dan Social Market dimana mekanisme pasarlah yang lebih dominan walaupun tetap ada campur tangan dari pemerintah. Contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran Market Socialism adalah Swedia. Sedangkan contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran Social Market adalah Inggris dan Jerman.
Dalam sistem ekonomi campuran, tujuan campur tangan peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian adalah untuk mengoreksi distorsi ekonomi. Diakuinya hak kepemilikan pribadi dalam sistem ekonomi campuran ini tidak membuat semua faktor produksi yang vital / penting juga bisa menjadi kepemilikan pribadi karena kepemilikan faktor produksi yang vital akan  tetap diatur dan diawasi oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah akan memberikan jaminan sosial serta mengupayakan pemerataan distribusi pendapatan. Tentang penetapan harga, walaupun harga-harga ditentukan oleh mekanisme pasar, namun bila diperlukan pemerintah juga perlu mengadakan pengawasan serta koreksi terhadap harga-harga tersebut.
Karena merupakan penggabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, Penerapan sistem ekonomi campuran ini akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat karena berimbangnya peran pemerintah dan swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah dan swasta dalam hal ini masyarakat saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar, namun sampai batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan dengan tujuan agar perekonomian tidak lepas kendali dan tidak hanya menguntungkan pemilik modal besar. Pada saat ini, kecenderungan untuk menerapkan sistem ekonomi pada berbagai negara semakin meningkat karena pada dasarnya tidak ada negara yang bisa dengan murni menerapkan sistem ekonomi pasar maupun sistem ekonomi komando

pukul 20.57, tanggal 21oktober 2012