Latar Belakang
Dalam
beberapa hitungan bulan ke depan, siap tidak siap negara-negara di kawasan
regional Asia Tenggara akan menghadapi Masyarakat ASEAN 2015. Yang didalamnya
terdapat 3 pilar, yaitu: ASEAN
Political-Security Community, ASEAN Economic Community, dan ASEAN Sosio-Cultural Community. Ketiga
pilar tersebut akan terintegrasi untuk kepentingan bersama negara-negara di
Asia Tenggara. Yang paling menjadi
sorotan adalah masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dimana kawasan ini tumbuh dengan
jumlah penduduk sekitar 400 juta jiwa dan beberapa negara mengalami tren
pertumbuhan ekonomi yang positif. Dan hal ini menjadi pangsa pasar yang
strategis untuk negara-negara anggota maupun internasional. Akan tetapi, bila
dilihat dari kesiapan untuk menghadapi pasar bebas ini rata-rata belum
menunjukkan kesiapan yang mencolok khususnya Indonesia.
Dalam
perkembangan jaman yang modern, salah satu tolok ukur dari suatu negara adalah
kualitas pendidikannya. Pendidikan merupakan investasi untuk kemajuan bangsa.
Oleh karenanya, semua negara berlomba-lomba untuk memacu kualitas
pendidikannya, salah satunya melalui perguruan tinggi atau universitas. Untuk
merespons global, di Asia Tenggara memiliki The ASEAN University Network (AUN)
yang didirikan pada tahun 1995. Pada mulanya, diprakarsai oleh para pemimpin
ASEAN pada KTT ASEAN ke-4. Badan ini didirikan untuk memperkuat jaringan
perguruan tinggi terkemuka di negara-negara anggotanya untuk meningkatkan
solidaritas dan mengembangkan identitas regional melalui pengembangan sumber
daya manusia. Awalnya beranggotakan 13 Universitas, termasuk Universitas
Indonesia. Saat ini beranggotakan 30 Universitas di seluruh ASEAN. Tujuan
dibentuknya adalah untuk mempercepat solidaritas dan perkembangan identitas
regional melalui promosi jaringan universitas terkemuka di kawasan ASEAN.
Anggota
dari jaringan AUN ini ialah beberapa perguruan terkemuka di setiap negara Asia
Tenggara. Mengingat
pentingnya jaminan mutu sebagai salah satu mekanisme untuk menjamin kualitas
pendidikan tinggi, para anggota AUN setuju membuat “AUN-QA System” untuk
meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di antara anggota AUN. AUN
Quality Assurance (AUN QA) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh AUN
yang bertujuan untuk melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi
anggota AUN. Dengan demikian program penjaminan mutu ini bersifat regional
ASEAN. AUN menterjemahkan QA sebagai pemantauan kualitas secara
sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kualitas. QA menjadi poin penting dalam pendidikan tinggi terutama
di ASEAN untuk meningkatkan posisi tawar universitas dalam menjawab tantangan
jaman.
Pembahasan
Di
Indonesia sendiri sudah ada 4 perguruan tinggi negeri yang menjalani assesment,
diantaranya Universitas Indonesia, Institut teknologi Bandung, Universitas
Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga. Namun seiring dengan berjalannya waktu,
beberapa perguruan tinggi negeri ikut berkontribusi untuk menyesuaikan dengan
AUN ini. Ada beberapa alasan mengapa mengikuti AUN Assesment ini, diantaranya
sebagai berikut:
1. AUN
bukan akreditasi, melainkan sertifikasi berupa assesment process untuk mendapatkan feedback posisi program studi terhadap Standar AUN.
2. AUN
– QA disusun mengacu ke standar akreditasi Internasional, disusun oleh
pakar-pakar QA ASEAN yang dimotori oleh National University of Singapore (NUS)
3. Bertujuan
untuk meningkatkan atau menyamakan kualitas standar universitas di ASEAN.
4. Untuk
memudahkan proses credit earning/credit
transfer.
5. Anggota
AUN dan program studi yang telah di asses AUN, maka mahasiswanya bisa mengikuti
program kredit transfer dengan universitas-universitas anggota AUN.
6. Jembatan
untuk menuju level internasional.
7. Kerjasama
AUN dikembangkan ke Jepang, China, dan Uni Eropa.
8. Untuk
mendorong peningkatan kesadaran mutu.
(sumber: bpm.unnes.ac.id)
Hal
ini sangat postif karena secara implisit dan esplisit setiap negara akan
berkompetisi untuk meningkatkan kualitas daya saing perguruan tinggi yang ada
di negaranya. Indonesia juga termasuk negara yang progresif dalam AUN ini
karena banyaknya perguruan tinggi lain yang akan bergabung. Akan tetapi, saat
ini jika dilihat jumlahnya para anggota AUN, Indonesia masih kalah dengan
Malaysia dan Thailand dari segi jumlah perguruan tinggi yang tergabung.
Diharapkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek dapat
terus mendorong perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas dalam standar internasional. Tantangan dari ASEAN Community salah satunya ialah
mahasiswa asing dapat belajar ke perguruan tinggi lain dalam satu kawasan Asia
Tenggara melalui proses credit
earning/credit transfer. Selain itu, perguruan tinggi juga harus serius
dalam mengembangkan kualitas pengajar guna menciptakan mahasiswa yang kompeten
untuk bersaing di kancah internasional. Mahasiswa pun harus turut aktif dalam
berbagai kegiatan atau forum-forum internasional khsususnya sesama anggota
ASEAN, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kualitas unggul yang sudah
dicapai. AUN ini menjadi peluang strategis untuk memanfaatkan jaringan-jaringan
yang dimilikinya, termasuk dalam kompetensi perguruan tinggi di Indonesia.
Kesimpulan
Belum banyak perguruan tinggi yang
fokus dan concern terhadap ASEAN University Network (AUS) ini.
Padahal tujuan-tujuan sangat bagus untuk meningkatkan jaringan solidaritas dan
kualitas melalui perguruan-perguruan tinggi negara anggota. Selain itu, ada
juga sertifikasi untuk program studi dalam standar AUS yang mengacu pada
standar akreditasi internasional. Apabila dilihat dengan cermat dan dengan
potensi SDM yang dimiliki oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia harusnya
dapat memanfaatkan peluang AUS ini dengan maksimal, salah satunya dengan
melibatkan mahasiswa. Beberapa perguruan
tinggi terkemuka di Indonesia harus mampu berdaya saing secara kompetitif dan
siap untuk menghadapi kompetisi global. Seluruh komponen harus berkolaborasi
membangun jatidiri bangsa melalui pendidikan yang kompeten dan berkualitas
serta mampu melejit dalam menghadapi Masyaratkat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini.
Oleh: Gilang Yudha Prakoso
No comments:
Post a Comment