Latar Belakang
Peringatan
Hari Buruh Internasional, juga diperingati oleh ribuan bahkan jutaan buruh di
Indonesia. Melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2013, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Hal tersebut,
seperti yang dijanjikan Presiden SBY kepada para buruh setelah sebelumnya
melakukan kunjungan ke bebeapa daerah untuk menemui para buruh. Selain itu, ini
merupakan salah satu realisasi pemerintah atas tuntutan buruh yang menginginkan
bahwasanya tanggal 1 Mei diliburkan untuk menghormati para kaum pekerja. Kurang
lebih 80 negara di dunia telah menetapkannya sebagai hari libur, sedangkan di
ASEAN, Indonesia menjadi negara kesembilan yang telah menetapkan 1 Mei sebagai
hari libur nasional. Hari buruh yang sering kita sebut May Day, selalu saja menjadi hal yang menarik untuk diikuti.
Pasalnya, hampir dipastikan selalu ada demostrasi atau aksi tuntutan para buruh
di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Tuntutannya bermacam-macam, ada yang
meminta dinaikkan UMR, kesejahteraan keluarga, jaminan kesehatan, keselamatan
kerja, dan lain sebagainya. Namun, dalam kasus ini saya tidak menganalisi lebih
jauh tentang buruh.
Bila dikaitkan dengan permasalahan
buruh, di kampus Universitas Padjadjaran (unpad) juga memiliki puluhan bahkan
ratusan pekerja yang menggantungkan hidupnya dengan pihak kampus. Diantaranya
adalah sentinel, office boy, K3L, dan
lain sebagainya. Merekalah orang-orang yang berjasa untuk menjaga keamanan dan
kebersihan di lingkungan kampus Unpad. Dalam tulisan ini, penulis akan
memfokuskan untuk membahas K3L. Sebelumnya, tepat pada tanggal 1 Mei 2014 HIMA
Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD mengadakan acara National Governance Days 2014.
Salah satu rangkaian acaranya adalah pendidikan politik untuk K3L, tepatnya di
arboretum. Teknisnya para delegasi dari beberapa universitas dibagi kedalam
beberapa kelompok K3L, mereka melakukan diskusi langsung terkait harapan dan
nasib para K3L. Cara ini bisa dikatakan efektif untuk mendengar langsung
keluhan dari para pekerja, apalagi medianya adalah mahasiswa. Yang diharpakan
sebagai penyambung lidah antara K3L kepada rektorat ataupun negara. Sebab, ada
ketakutan tersendiri yang K3L rasakan apabila memprotes pihak rektorat secara
langsung.
Permasalahan
Kurang
lebih di Unpad memiliki empat ratusan pekerja K3L yang terbagi kedalam delapan
zona. Masing-masing zona terdiri dari lima puluh orang. Waktu kerja dari jam
tujuh pagi sampai jam empat sore. Sebagaimana mestinya buruh-buruh diluar sana,
para pekerja K3L juga menuntut kesejahteraan kepada pihak kampus. Diantaranya
adalah:
1. Gaji
per bulan hanya 650 ribu rupiah
Bila
dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sumedang tahun 2014 sebesar Rp
1.735.473.000 sangat jauh sekali perbandingannya dengan gaji yang didapatkannya
selama satu bulan.
2. Dapat
potongan 50 ribu per bulan
Dengan
nominal gaji yang sedikit masih mendapatkan potongan sebesar 50 ribu dan ketika
penulis tanyakan, uang tersebut untuk THR Lebaran. Namun, menurut ibu-ibu K3L
tidak pernah mendapatkannya.
3. Dipotong
30 ribu sehari bila tak masuk
Namanya
manusia apalagi usianya yang sudah tidak fit lagi tentu tidak akan mengalami
kondisi fisik yang selalu sehat. Terkadang mereka juga mengalami sakit yang
mengharuskan istirahat di rumah. Namun, para K3L ini justru mendapatkan
potongan sebesar 30 ribu rupiah per hari bila mereka tak masuk kerja.
4. Tidak
mendapatkan jaminan kesehatan
Kerja
penuh hampir tiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore, dengan tugas yang
menguras tenaga akan tetapi tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Dengan gaji
yang sedikit, mereka musti mengeluarkan biaya sendiri untuk berobat.
5. Tidak
ada jatah beras
Pernah
suatu ketika para pekerja K3L mendapatkan beras dari rektorat, beras tersebut
berasal dari mahasiswa baru ketika prosesi penerimaan PRABU. Beras tersebut
tertahan di pihak rektorat sekitar 3 bulan, dan baru dibagikan kepada K3L.
Alhasil K3L tersebut mendapatkan beras yang sudah ada kutunya dan rusak karena
terlalu lama tidak segera digunakan.
6. Dilarang
makan atau minum ketika waktu kerja
Dalam
bekerja yang mengandalkan kekuatan fisik tentu akan mudah mengalami rasa lelah.
Haus dan dahaga tentu akan dirasakan bilamana bekerja terus-menerus. Akan
tetapi mereka dilarang dan mendapatkan ancaman akan dilaporkan kepada rektorat
oleh mandornya. Dan mereka pun harus sembunyi-sembunyi dalam melakukan hal
tersebut.
Solusi atau Gagasan
Terkait
permasalahan-permasalahan yang dirasakan dan dialami oleh para pekerja K3L,
tentu sebagai mahasiswa Unpad kita perlu mengupayakan memperjuangkan nasib dan
hak yang musti mereka dapatkan. Beberapa solusi yang bisa mahasiswa berikan,
menurut penuilis ialah:
1. Menjadi
penghubung dengan pihak rektorat
Advokasi
dari mahasiswa untuk menyampaikan uneg-uneg
K3L harus ditingkatkan kualitas dan intensitasnya. Terkadang kita menuntut
bermcam hal diluar, tapi ketika melakukan kajian dan advokasi lemah. Selain
itu, juga perlu diadakan fasilitas untuk K3L supaya bisa dpertemukan dengan
pihak rektorat.
2. Tingkatkan
gaji
Tentu
hitung-hitungan gaji bukanlah perkara yang mudah. Upah tersebut juga
disesuaikan dengan kondisi finansial kampus. Akan tetapi apabila rate nya dibawah standar yang telah
ditetapkan UMK Sumedang, ini menjadi hal yang ironis bagi kita. Bila
dibandingkan dengan kampus tetangga upah untuk pekerja kebersihan didalam
kampus sudah mencapai 1,5 juta rupiah per bulan, sedangkan yang diluar pagar
sebesar 1,2 juta rupiah. Faktanya ada selisih upah yang begitu jauh dengan
jenis pekerjaan yang sama dan di wilayah yang sama.
3. Hapuskan
pungutan-pungutan
Dengan
gaji yang sedikit dan dituntut dengan pekerjaan yang banyak. Seharusnya kita
harus lebih manusiawi dalam memperlakukannya. Hilangkan dan hapuskan potongan
atau pungutan dari K3L, karena hal tersebut sangatlah merugikan dan tidak
manusiawi.
4. Beri
tunjangan
Meskipun
kondisi finansial pihak kampus yang terbatas untuk memberi gaji kepada K3L.
Tapi memberikan tunjangan juga perlu diberikan sebagai bentuk apresiasi.
Dananya mungkin bisa didapatkan dari kerjasama dengan beberapa perusahaan di
sekitar kampus, dengan dana CSR.
5. Berikanlah
jaminan kesehatan dan jatah beras tiap bulan
Dalam
instansi pemerintah ataupun perusahaan biasanya ada jaminan kesehatan dan
tunjangan beras untuk pegawai atau karyawannya. Kesehatan menjadi prioritas
untuk semua pekerja, oleh karena itu pihak kampus juga harusnya memberikan
jaminan tersebut untuk para K3L.
6. Tingkatkan
peran kepedulian mahasiswa untuk K3L
Salah
satunya program kerja dari kementrian PKM BEM KEMA UNPAD, yang mengadakan
sehari bersama K3L. Mahasiswa bertindak sebagai K3L untuk bersih-bersih kampus.
Meskipun hal sederhana namun bisa meringankan beban pekerja K3L. Selain itu,
kerjasama dari semua mahasiswa untuk turut menjaga lingkungan supaya tetap
bersih dan asri.
Kesimpulan
Peringatan hari buruh jangan hanya dirayakan
secara seremonial saja. Ada yang lebih penting yaitu meningkatkan kesejahteraan
para pekerja. Dalam kasus ini, tak perlu rasanya kita melakukan aksi
demonstrasi yang menuntut pemerintah dengan aksi anarkis. Tak usah jauh-jauh ke
Jakarta atau tempat-tempat strategis lainnya untuk melakukan demonstrasi dengan
mengatasnamakan serikat buruh. Akan tetapi ada hal yang lebih nyata di depan
mata kita untuk memperjuangkan nasib pekerja kebersihan ata biasa disebut K3L
di lingkungan kampus Unpad. Menjalin komunikasi dan advokasi yang baik dengan
berbagai elemen perlu ditingkatkan untuk menjamin peningkatan kesejahteraan
para pekerja. Mereka juga manusia yang memiliki kebutuhan hidup untuk dirinya
dan keluarga. Dan merekapun juga punya harga diri. Oleh karena itu, harapannya
semua pihak atau elemen di lingkingan kampus Unpad untuk turut bersama-sama
memperjuangkan kebutuhn hidup mereka. Mahasiswa bisa melakukan banyak hal, tak
hanya kritik dan protes saja, namun aksi dan kontribusi nyata lebih dibutuhkan.
Oleh: Gilang Yudha Prakoso
Kajian Strategis BEM KEMA UNPAD
No comments:
Post a Comment