Wilayah Jatinangor sendiri tidak terlalu luas, namun
fasiltas dan sarana pendukung untuk masyarakat cukup terpenuhi. Didalamnya ada
empat kampus besar yaitu IPDN, IKOPIN, ITB, dan UNPAD. Fasilitas pendukung lain
juga tersedia seperti mal, apartemen, kolam renang, lapangan futsal, tempat
golf, GOR, cafe, dan sebagainya. Didalamnya juga terdapat Koramil dan Polsek. Ada
juga tempat wisatanya seperti kiara payung yang biasanya untuk jambore pramuka.
Kota Jatinangor lebih dikenal sebagai Kota Pendidikan karena fokus
pengembangannya memang ditujukan untuk arah pendidikan bukan perdagangan atau
jasa. Suasana aktivitas mahasiswanya pun cukup terasa disini. Dan kalo kita
bicara tentang mahasiswa tentu berkaitan dengan kos-kosan, tempat makan, tempat
nongkrong, dll. Kawasan kos-kosan di Jatinangor biasanya ada di daerah, ciseke,
cikuda, hegarmanah, mawar, sayang, caringin, GKPN, dll. Namun, kawasan yang
paling ramai ya... tentu ciseke (mungkin karena cewek-ceweknya) hehehe.
Makanan dan tempat hangout
Lanjut, ada cirikhas di Jatinangor yang mungkin tidak
dijumpai di tempat lain yaitu pesan antar makanan (Delivery order), ya mungkin
sudah biasa apabila yang menyediakan PHD, McD, KFC, atau resto2 mewah lainnya.
Namun, kalo disini warung sekalas warung nasipun menyediakan jasa ini. Mungkin
yang terkenal BKI, Hipotesa, atau yang lainnya. Hal ini, cukup membantu
mahasiswa apabila di kondisi yang mager buat keluar kosan atau hujan, tinggal sms/telfon, pesan daftar makanan, tunggu beberapa menit makanan pun sudah
diantar di depan kos bahkan depan kamar. Menurut saya, pesan antar makanan
inilah yang menjadi unik di Jatinangor dan jumlahnya pun menjamur hampir semua
warung menyediakan jasa ini.
Bicara soal makanan atau wisata kuliner di Jatinangor terbilang
cukup banyak dan variatif, baik tempat makanan atau jenis makanan. Kalo tempat
makan yang populer ada : pujasera ciseke, pujasera GKPN, hipotesa dan BKI
(cabangnya banyak), warteg bahari, bakso cah kangkung, angkringan caringin,
D’wiscar, pecel lele lamongan GKPN, dll. Kalo yang lebih elit dikit ada che.co
cafe, ngeumong cafe, brown cafe, jams cafe, ngopi doeloe, gusto, waroeng steak,
ayam goreng suharti, dll. Untuk jenis makanan sangat beragam seperti seblak,
nasi jamur, nasi omelet, nasi kucing, nasi goreng Pak Pedro, gehu, dan beragam
menu yang lain banyak ditemukan disini. Biasanya buat pecinta bola, cafe disini
juga banyak menyediakan nonton bareng (nobar). Untuk masalah tempat nonton
bioskop dan billiard mungkin hanya ada di Jatinangor Town Square (Jatos), tapi
sudah cukup untuk ukuran masyarakat jatinanor, khususnya mahasiswa.
Setiap hari minggu di Jatinangor ada yang namanya pasar
unpad (paun). Beragam jenis dagangan berkualitas dan terjangkau pun dijual
disini. Ada kelontong untuk perlengkpan kosan atau rumah tangga, pakaian,
kerajinan tangan, makanan, dll. Hal ini cukup menarik bagi saya, kenapa, karena
secara sederhana aktivitas perekonomian kerakyatan berjalan cukup baik disini,
dengan transaksi jual belinya. Ada kebutuhan yang dicari lalu ditemukan disini
dengan harga yang lebih murah, namun pedagang tidak merasa merugi karena pangsa
pasarnya juga cukup luas dan banyak. Tidak hanya dari jatinangor saja yang
datang, banyak juga dari cileunyi, tanjungsari, rancaekek, majalaya, dll yang sering
menyempatkan waktunya ke pasar unpad ini. Yang jualanpun tidak hanya pedagang (bapak2,
ibu2) saja, namun mahasiswapun banyak juga yang berjualan disini. Semoga
aktivitas perekomian rakyat seperti ini dapat dijadikan salah satu indikator
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (agak lebay bahasanya hehehe).
Lalu untuk penginapan yang disewakan di daerah Jatinangor
juga sudah cukup banyak. Seperti hotel jatinangor, hotel kathulistiwa, wisma
caringin, gerkopin, balai diklat kemendagri, LAN, kopertis, dll. Kalo untuk
apartemen disini ada Pinewood yang sudah dapat dihuni. Sedangkan easton park,
taman melati, dan skyland city sedang dalam proses pembangunan. Kabarnya dari
informasi yang saya peroleh dari pak sekretaris camat jatinangor, kalo Pinewood
juga akan membangun tower baru lagi yaitu Pinewood 2. Bangunan-bangunan
tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan keinginan yang
sifatnya hedon. Kenyataannya daya beli masyarakat Indonesia rationya semakin
meningkat, hal ini menyebabkan permintaan hunian khususnya di lingkungan kota
pendidikan pun ikut bertambah.Terakhir, ada tempat terkenal di daerah jatinangor yang konon menyimpan banyak misteri dan kisah mistis diantaranya jembatan cincin, tugu loji, sastra jepang, laboratorium FK, dan sebagainya. Patut dicoba untuk berekspedisi malam bila Anda berkunjung kesini.
Untuk yang belum pernah ke jatinangor, mari sempatkan datang
meskipun hanya mampir atau transit hehe selamat menikmati jatinangor! :D
Oleh : GYP


No comments:
Post a Comment