Wednesday, January 15, 2014

Kota Kecil Bernama Jatinangor

Sepintas nama Jatinangor cukup begitu mahsyur dan sering terdengar di telinga kita. Namun, kenyataannya rata-rata orang awam masih mengira itu menjadi bagian dari Bandung. Secara geografis letaknya di Kabupaten Sumedang, diapit oleh Gunung Manglayang dan Gunung Geulis. Tapi untuk menjangkaunya lebih mudah dan dekat dari Bandung, karena memang letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung. Untuk menjangkau Jatinangor cukup mudah, bila dari arah timur melalui pantura menuju Bandung melalui Cirebon, Majalengka, dan Sumedang dipastikan akan melewati Jatinangor. Kemudian apabila dari arah jalur selatan menuju Bandung melewati Garut, Rancaekek, dan Cileunyi. Selain itu, apabila dari arah Jakarta dapat langsung melewati Tol Cipularang kemudian keluar di pintu tol Cileunyi. Cukup mudah untuk mengaksesnya. Untuk transportasi disediakan bus Damri DU - unpad, Elang – unpad, angkot majalaya – gedebage, angkot coklat (cileunyi – sumedang), travel (geulis, damri, arnes), bis-bis yang melewati Jatinangor dengan berbagai jurusan kota pun banyak.


Wilayah Jatinangor sendiri tidak terlalu luas, namun fasiltas dan sarana pendukung untuk masyarakat cukup terpenuhi. Didalamnya ada empat kampus besar yaitu IPDN, IKOPIN, ITB, dan UNPAD. Fasilitas pendukung lain juga tersedia seperti mal, apartemen, kolam renang, lapangan futsal, tempat golf, GOR, cafe, dan sebagainya. Didalamnya juga terdapat Koramil dan Polsek. Ada juga tempat wisatanya seperti kiara payung yang biasanya untuk jambore pramuka. Kota Jatinangor lebih dikenal sebagai Kota Pendidikan karena fokus pengembangannya memang ditujukan untuk arah pendidikan bukan perdagangan atau jasa. Suasana aktivitas mahasiswanya pun cukup terasa disini. Dan kalo kita bicara tentang mahasiswa tentu berkaitan dengan kos-kosan, tempat makan, tempat nongkrong, dll. Kawasan kos-kosan di Jatinangor biasanya ada di daerah, ciseke, cikuda, hegarmanah, mawar, sayang, caringin, GKPN, dll. Namun, kawasan yang paling ramai ya... tentu ciseke (mungkin karena cewek-ceweknya) hehehe.

Makanan dan tempat hangout
Lanjut, ada cirikhas di Jatinangor yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain yaitu pesan antar makanan (Delivery order), ya mungkin sudah biasa apabila yang menyediakan PHD, McD, KFC, atau resto2 mewah lainnya. Namun, kalo disini warung sekalas warung nasipun menyediakan jasa ini. Mungkin yang terkenal BKI, Hipotesa, atau yang lainnya. Hal ini, cukup membantu mahasiswa apabila di kondisi yang mager buat keluar kosan atau hujan, tinggal sms/telfon, pesan daftar makanan, tunggu beberapa menit makanan pun sudah diantar di depan kos bahkan depan kamar. Menurut saya, pesan antar makanan inilah yang menjadi unik di Jatinangor dan jumlahnya pun menjamur hampir semua warung menyediakan jasa ini.

Bicara soal makanan atau wisata kuliner di Jatinangor terbilang cukup banyak dan variatif, baik tempat makanan atau jenis makanan. Kalo tempat makan yang populer ada : pujasera ciseke, pujasera GKPN, hipotesa dan BKI (cabangnya banyak), warteg bahari, bakso cah kangkung, angkringan caringin, D’wiscar, pecel lele lamongan GKPN, dll. Kalo yang lebih elit dikit ada che.co cafe, ngeumong cafe, brown cafe, jams cafe, ngopi doeloe, gusto, waroeng steak, ayam goreng suharti, dll. Untuk jenis makanan sangat beragam seperti seblak, nasi jamur, nasi omelet, nasi kucing, nasi goreng Pak Pedro, gehu, dan beragam menu yang lain banyak ditemukan disini. Biasanya buat pecinta bola, cafe disini juga banyak menyediakan nonton bareng (nobar). Untuk masalah tempat nonton bioskop dan billiard mungkin hanya ada di Jatinangor Town Square (Jatos), tapi sudah cukup untuk ukuran masyarakat jatinanor, khususnya mahasiswa.

Setiap hari minggu di Jatinangor ada yang namanya pasar unpad (paun). Beragam jenis dagangan berkualitas dan terjangkau pun dijual disini. Ada kelontong untuk perlengkpan kosan atau rumah tangga, pakaian, kerajinan tangan, makanan, dll. Hal ini cukup menarik bagi saya, kenapa, karena secara sederhana aktivitas perekonomian kerakyatan berjalan cukup baik disini, dengan transaksi jual belinya. Ada kebutuhan yang dicari lalu ditemukan disini dengan harga yang lebih murah, namun pedagang tidak merasa merugi karena pangsa pasarnya juga cukup luas dan banyak. Tidak hanya dari jatinangor saja yang datang, banyak juga dari cileunyi, tanjungsari, rancaekek, majalaya, dll yang sering menyempatkan waktunya ke pasar unpad ini. Yang jualanpun tidak hanya pedagang (bapak2, ibu2) saja, namun mahasiswapun banyak juga yang berjualan disini. Semoga aktivitas perekomian rakyat seperti ini dapat dijadikan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (agak lebay bahasanya hehehe).




Lalu untuk penginapan yang disewakan di daerah Jatinangor juga sudah cukup banyak. Seperti hotel jatinangor, hotel kathulistiwa, wisma caringin, gerkopin, balai diklat kemendagri, LAN, kopertis, dll. Kalo untuk apartemen disini ada Pinewood yang sudah dapat dihuni. Sedangkan easton park, taman melati, dan skyland city sedang dalam proses pembangunan. Kabarnya dari informasi yang saya peroleh dari pak sekretaris camat jatinangor, kalo Pinewood juga akan membangun tower baru lagi yaitu Pinewood 2. Bangunan-bangunan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan keinginan yang sifatnya hedon. Kenyataannya daya beli masyarakat Indonesia rationya semakin meningkat, hal ini menyebabkan permintaan hunian khususnya di lingkungan kota pendidikan pun ikut bertambah.Terakhir, ada tempat terkenal di daerah jatinangor yang konon menyimpan banyak misteri dan kisah mistis diantaranya jembatan cincin, tugu loji, sastra jepang, laboratorium FK, dan sebagainya. Patut dicoba untuk berekspedisi malam bila Anda berkunjung kesini.



Untuk yang belum pernah ke jatinangor, mari sempatkan datang meskipun hanya mampir atau transit hehe selamat menikmati jatinangor! :D

Oleh : GYP


No comments:

Post a Comment