Nah, persiapan pun dimulai dengan membagi siapa yang akan menjadi pembicara 1, 2, 3 dalam tim debat. Karena mereka harus membangun chemistry yang nyaman dan cocok untuk memudahkan dalam membagi tugas berdebat. Jadwal pun dibentuk, materi untuk mosi pun disusun. Targetnya adalah juara 1, karena tahun kemarin alhamdulillah juara 3. Jadi tahun ini harus lebih baik. Itulah prinsipnya! Nah saya sebagai apa? Saya sebagai pendamping mereka bersama Ketua HIMA IP kang Vino untuk memberikan dukungan langsung secara moriil kepada mereka. Inipun juga dadakan, soalnya saya dan kang vino yang harusnya ke Ternate untuk mengikuti Kongres Fokker Mappi se-Indonesia yang sedianya dilaksanakan seminggu sebelum Fokker Mappi batal dilaksanakan. Padahal saya pengen banget ke Ternate hehehe
Tapi gak masalah selalu ada hikmah dibalik kejadian. Allah selalu menggantinya dengan yang lebih baik. Toh dana yang untuk berangkat ke Ternate pun sebenernya belum ada hehehe. Lanjut. Perjalanan di Jogja pun dimulai, acara sedia kala dilaksanakan tanggal 20-24 November 2013 di UGM. Namun kami harus berangkat dari Bandung hari selasa malam tanggal 19. Yang berangkat pertama adalah Kholid, Yusup, Rizal, dan Inal. Inal disini juga bukan sebagai tim debat, tapi dia perwakilan dari 2013. Kalo saya dan kang vino berangkat pada Rabu malam. Kami menyusul lantaran masih ada acara di kampus dan yang terpenting tidak bisa saya tinggalkan adalah ulang tahunnya gebetan saya tanggal 20. Namun sayang, apa yang sudah saya persiapkan sebelumnya tidak sesuai dengan ekspektasi, karena doi balik kuliah sore dan saya pun harus mengejar kereta malam (kaya judul lagu) sore itu juga. Sedih. Gak bisa ketemu. Tapi gak papa hadiahnya sudah saya titipkan kepada teman untuk diberikan kepada doi. Ini salah satu bukti perjuangan cinta saya!
Lanjut, sialnya ketika berangkat menuju stasiun ada demo buruh di jalan menuntut kenaikan upah. SHIT MEN! Jalanpun menjadi macet luar biasa. Tapi akhirnya sampe stasiun tepat waktu. Oh ya, yang mesenin tiket tuh namanya Kevin, dia itu penggemar berat kereta api haha. Di kereta langsung tepar dan pagi jam 5 subhuh udah nyampe stasiun Jogja. Oh God, akhirnya saya kembali (lagi) ke Kota yang saya cintai ini. Sudah 10 bulan saya tinggalkan, terakhir waktu ada acara reuni bersama teman-teman SMA bulan januari. Ternyata Jogja ya masing seperti itu tak banyak berubah, namun selalu berkesan. Kami dijempu panitia di depan stasiun dan langsung menuju penginapan di asrama haji Yogyakarta. Dan tanpa memberikan kabar, langsung meyambangi teman-teman yang sudah ada disana. Kaget.
Hari itu langsung dimulai dengan debat tapi sebelumnya ada semacam gathering dengan delegasi dari kampus2 lain. Ini kesempatan mengenal teman-teman baru. Selalu menarik. Banyak latar belakang yang berbeda ada disana, begitu majemuknya Indonesia. Ada dari maluku, manado, jawa, sumatra dll. Drawing debatpun ditentukan panitia. Pertandingan per pertandinganpun dilaksanakan. Dengan keyakinan yang mantab dan tekad yang tak pernah padam diimbangi dengan penguasaan materi yang hebat. Menjadikan tim dr Unpad ini pelan-pelan lolos dan akhirnya masuk final melawan UI. Dan akhirnya justru menang. Alhamdulillah. Sesuatu yang tak disangka-sangka. Ini semua berkat pertolongan Allah yang begitu nyata. Targetpun akhirnya diraih. Selain Polgov days di UGM, malamnya saya dan kang vino juga menghadiri rapimnas fokker mappi di UMY sampe tengah malam.
Yang gak kalah penting dan gak boleh terlewatkan saya memberi kabar teman-teman saya di Jogja untuk bertemu, ini suatu kesempatan. Saya meminta dijemput dan diantarkan oleh teman saya, dan kemanapun saya berada selalu ada yang mau menjemput. Terimakasih teman. Inilah manfaat dari yang namanya silaturahim. Dan saya pun diundang dalam acara ulang tahun teman saya. Lumayan makan gratis hahaha. Rindu rasanya ada dalam susana canda dengan teman2 SMA dulu. Dan kita dipertemukan lagi dalam ruang dan waktu yang sama. Berbagi cerita, berbagi pengalaman dan intinya membangun kembali romanstisme masa-masa indah SMA. Namun kebanyakan mereka sudah pada punya gandengan, bahkan ada yg sudah dilamar! Kalo saya? Oh jangan ditanya!
Singkat cerita, udah masuk hari terakhir di Jogja. Selama ikut polgov days 2013 saya hanya menginap satu malam dan makan satu kali yang diberikan oleh panitia. Sisanaya saya berkelana diluar itu. Karena memang tujuannya mengenang kembali keasyikan di Jogja. Makanan yang murah, orang yang ramah, dll. Dan dari panitia di hari terakhir semua delegasi diharuskan untuk melakukan sosialisasi Pemilu di Nol kilometer Kota Jogja. Tidak mudah dan tidak semua peduli dengan yang namanya Pemilu 2014. Miris. Setelah itu ada field trip dari panitia ke Keraton, Masjid Gede Kauman, dan Malioboro. Saya ketemuan dengan cinta lama saya yang bernama Reicha untuk menemani berbelanja oleh2 di Malioboro. Lama gak ketemu, dia malah makin cantik. Hadeuh, tapi dia sudah ada yang punya. Lupakan! Meskipun jejakku tinggalkan di Jogja, namun senyummu tetap kan ku bawa pulang. Malamnya saya kembali bersama teman-teman saya, kali ini satu gerbong dan duduk berdekatan. Yang perlu diketahu, Saya dan Kang Vino belum membayar uang registrasi untuk panitia!! Selama ini berarti ilegal!!
by GYP
Yogyakarta by Kla Project
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…
sumber www.rizkyonline.com
Walau kini kau t’lah tiada tak kembaliNamun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


No comments:
Post a Comment