Rasanya baru kemarin saya tinggal dan menikmati berbagai kegiatan di
Jogjakarta, gak kerasa ternyata kurang lebih udah 1,5 tahun meninggalkan
kota ini. Ada yang mengatakan baru sebentar atau udah lama, begitu
relatifnya sang waktu memang. Huft. Sebenernya di Jogja saya bukan
tinggal atau menetap, yaa saya cuma numpang mampir. Sesuatu hal yg
awalnya keterpaksaan, tapi malah menjadi kesyukuran. Ada hikmahnya juga
kenapa dulu gak ketrima SMA favorit di Semarang dan akhirnya dipaksa
bapak untuk melanjutkan SMA nya di Jogja. Inilah cerita hidup
dimulai....
Yak! Jogja memang kota pelajar yang
menyuguhkan aktivitas para pelajar dengan beragam latar belakangnya utk
sama-sama menuntut ilmu, saya rasa jauh berbeda suasana belajar dengan
kota lain. Saya masuk dan ketrima di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
(Moehi), yang katanya SMA Muhammadiyah pertama dan tertua di Indonesia.
Awalnya sama sekali saya tidak tahu, tidak menyangka, dan tidak berniat
untuk masuk SMA yang berkarakteristik religius. Namun, lagi-lagi Allah
dengan segala rencanaNya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk
hambaNya. Bisa jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut
Allah. Sebaliknya apa yang menurut Allah baik, belum tentu bagi kita
baik. Tapi itulah, dengan segenap kuasaNya. Allah selalu memilihkan yang
tepat untuk kita. Mungkin butuh beberapa waktu untuk menjawab dan
membuktikannya, sampai pada akhirnya ternyata kita merasa tepat untuk
kita.
Dengan setengah hati, awalnya! Saya menjalani
proses sekolah yang begitu padat. Bayangkan hampir setiap hari selalu
ada matrikulasi, tambahan belajar, dan ekskul sampai hampir maghrib.
Syok! Karena yang terbayang yang namanya bangku SMA itu untuk bermain
dan bersenang-senang. Ternyata tidak! Dan materi seputar agama yang
cukup banyak.Rasa syukur pelan-pelan mulai tumbuh, ketika dulu saya
belum merantau saya sangat minim belajar seputar akhlak, aqidah, ibadah,
dan sebagainya. Dan berkat di sekolah ini, saya bener-bener merasa
butuh untuk mempelajari bahkan memahaminya. Untuk apa kita hidup bila
yang dipikirkan dan dikejar hanya dunianya saja, tapi bagi saya harus
seimbang antara dunia dan akhirat. Karena sejatinya Allah menciptakan
manusia dan jin untuk beribadah kepadaNya.
Ada sebuah
kata pepatah Islam yang bunyinya "Bekerjalah sebaik-baiknya, seakan
bakal hidup selamanya dan beribadahlah sebaik-baiknya, seakan kita akan
mati esok hari:. Kurang lebih bunyinya seperti itu soalnya saya juga
sedikit lupa hehehe. Ada juga kata Irfan AmaLee, salah seorang penulis
buku mengatakan kalo Allah sudah di hati, inshaAllah dunia akan berada
dibelakang kita mengejar kita. Jadi bukannya kita yang mengejar dunia,
tapi dunialah yang akan mengejar kita. Intinya dimanapun kita berada dan
dalam kondisi apapun kita, selalu utamakan ALLAH. Semoga nantinya Allah
juga akan mengutamakan kita, seorang hamba yang tidak ada apa-apanya
ini, menjadi apa-apa suatu saat nanti hehehe.
Lanjut
lagi, di sekolah inipun saya kaget ternyata banyak yang berasal dari
luar daerah. Antara pelajar asli Jogja dibanding pelajar dari luar Jogja
di sekolah saya ternyata banyakan yang dari luar. Dengan beragam bahasa
daerah, beragam warna kulit, beragam latar belakang, dan sebagainya.
Tapi intinya mereka sama-sama memiliki tujuan untuk menuntut ilmu.
Begitu beragamnya Indonesia, begitu luasnya Indonesia, ternyata! Ketika
bisa mengenal dan memahami karakter teman-teman saya. Berbeda sekali
ketika saya masih di kampung, gaulnya ya sama orang-orang jawa hahaha.
Indahnya hidup dalam perbedaan, jika kita bisa saling memahami satu sama
lain. Dan yang namanya perbedaan tidak bisa dipaksa untuk menjadi sama.
NEXT!
Saya kurang begitu aktif dengan yang namanya organisasi karena dulu
pernah ditolak ketika mengikuti seleksi pengurus IPM. Sedikit kecewa,
karena pengurus terpilih karena nepotisme. Dan saya hanya beberapa kali
saja ikut kepanitian di sekolah, sisanya saya lebih memilih diluar.
Banyak menghabiskan waktu untuk kursus dan nongkrong atau kongkow dengan teman-teman sebaya. Ya, itulah cara saya mengisi waktu muda. Bercanda, bersenang-senang, hangout, dan sebagainya namun tidak lupa dengan tujuan sebenernya yaitu belajar ilmu dunia dan akhirat. Kapan lagi kita menemukan hal-hal indah kalo bukan di masa muda, namun esensi nya tetap menjadi orang yang bermanfaat dan berguna untuk siapapun.
Kalo raja dangdut kita Rhoma Irama, mengatakan :
Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak peduli
Masa muda
Intinya yang namanya kota Jogja itu sangat berkesan bagi saya dan juga bapak saya karena pernah belajar di kota ini juga hahaha :) Dan akan selalu ingin kembali ke kota ini....
Sekian dulu tulisan dari saya hehehe

No comments:
Post a Comment