Monday, July 21, 2014

Journey is a life


Never stop walking, never stop believing, and the most important thing is never stop learning from travelling. Because...
            “Travel brings power and love back into your life.” ~Rumi

Barangkali orang sering menyebut life is a journey, tapi kali ini saya mengambil judul journey is a life. Perjalanan berarti bergerak dinamis, dan ketika bergerak itu menandakan bahwa makhluk biotik yang bernama manusia ini hidup. Bagi sebagian orang mungkin sebuah perjalanan adalah hal yang biasa, ketika seseorang melakukan aktivitas yang menjadi rutinitasnya dari rumah ke kantor dan sebagainya itu juga sebuah perjalanan. Namun bagi saya, perjalanan lebih dari itu. Perjalanan adalah jiwa. Dan perjalanan adalah energi. Setiap perjalanan akan meninggalkan kenangan yang akan menuntun kita kembali pada perjalanan tersebut. Inilah yang saya yakini, bahwa perjalanan akan membawa pengaruh pada perjalanan proses hidup saya.

Bumi Allah itu sangatlah luas. Jutaan kilometer persegi antara luas daratan dan lautannya. Antara utara dan selatan, barat dan timur seperti tak ada batasnya bahkan mungkin kita tak akan menemukan batasnya. Kita sering melupakan anugerah dan kuasaNya. Mengabaikan keindahan ciptaanNya. Dan enggan mencari tahu misteri yang ada di langit dan di bumi. Karena sungguh Allah menciptakan segala sesuatu supaya hambaNya berfikir. Kalau kita mau menggali lebih dalam sebenarnya perjalanan bukan sekedar fisik kita saja yang berpindah dari tempat A ke tempat B dan seterusnya, tapi juga hati dan jiwa kita yang merasakan. Ketenangan batin, asupan energi postif, inspirasi baru, bahkan kegelisahan dan kesedihan acap kali kita temui dalam setiap perjalanan.

Terinspirasi dari permainya alam ibu pertiwi, kemajemukan sosial dan budaya, keberagaman suku yang mendiami negeri Indonesia membuat hati saya terpanggiluntuk menyusurinya. Melihat seluk-beluk apapun yang ada, meskipun seringkali saya melihatnya kontras dan diferensial. Tapi apapun itu, seperti halnya cinta saya selalu berusaha untuk memahami, menerima, menghargai, dan berupaya menjaga apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada Indonesia secara khusus. Bukan maksud riya’ atau sombong, setiap liburan semester atau kesempatan hari libur lainnya saya selalu beusaha untuk travelling. Baik itu solo travelling ato sama teman-teman terdekat. Kita bisa merasakan untuk berbaur dengan masyarakat yang heterogen dan menyatu dengan indahnya alam. Mengagumi sama hanya dengan mesyukuri. 

Suatu hari saya sedang melihat-lihat buku di Toko Buku Gunung Agung Paragon, Semarang. Terlintas ada buku menarik yang mengisahkan tentang kumpulan perjalanan para traveller. Sempat terbayang saya juga ingin menuliskan setiap perjalanan, penjelajahan, atau blusukan yang saya alami. Tujuannya untuk berbagi pengalaman saja bukan untuk pamer, siapa tahu ada yang punya hobi sama dengan saya kita bisa bertukar informasi. Dan kelak ketika sudah banyak tempat yang saya kunjungi dan banyak cerita menarik dalam perjalanan saya, inshaAllah akan saya jadikan buku. Ini cita-cita saya. Meraih kebahagiaan dan mensyukuri nikmat akan terus kita rasakan kalau kita selalu merasa cukup. Setiap momen yang kita lewati selalu meninggalkan jejak, cerita menarik untuk bekal masa depan. Sampai nanti, sampai saya tak sanggup lagi akan terus menjadi traveller. Semoga Allah me-ridloi harapan saya ini.

Ada testimoni menarik dari buku ‘The Journey’s’ ini:

Batas akan tetap menjadi batas, saat tak ada
Yang benar-benar berani menyeberanginya.
Seperti halnya kita menamai utara sebagai utara,
Karena tak  ada yang pernah bertanya kenapa.

Jarak akan tetap menjadi jarak, saat tak ada
Yang memulai langkah untuk menyudahinya.
Kita hanya menduga-duga, sebelah langit mana
Yang berwarna lebih merah.

Dan, perjalanan akan menjadi perjalanan,
Saat tak ada yang sudi menceritakan
Kisah yang menyertanya.
Maka, temuilah, lewati batas, tuntaskan jarak.
Ceritakan setidaknya kepada diri sendiri,
Tentang jawaban yang kita temui.



Salam travelling!
Oleh: GYP

No comments:

Post a Comment